Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Viral Tiap Malam Istriku Di Pinjam Teman 1
Aopok.com - Daun-daun kuning berguguran tertiup angin sore, jatuh berserakan di atas tanah. Sinar matahari bersinar sejuk dari balik dedaunan. Sesosok figur pria berusia sekitar lima puluhan duduk seorang diri di bangku taman, matanya menatap kosong ke depan. Dari pakaian yang rapi dan mahal jelas memperlihatkan bahwa orang itu cukup kaya. Tapi kesedihan yang menggantung di wajahnya akan membuat setiap orang yang melihatnya turut merasa pilu. Meskipun suasana taman itu agak ramai dengan pengunjung, hati pria itu terasa sepi. Rambut keabuan yang mulai memenuhi seluruh kepalanya tidak membuat ketampanannya sirna. Beberapa kerutan akibat usia tua nampak menghiasi wajahnya.
Tanpa disadarinya, setetes air mata menetes jatuh dan membasahi tangannya. Di telapak tangannya, tergenggam erat sebuah foto hitam putih berukuran 4×6. Foto itu, meski sudah mulai berwarna kekuningan termakan waktu, menyimpan sejuta kenangan manis dari masa lalunya, kenangan yang takkan pernah mungkin terulang kembali.
“Maafkan aku, Andi,” bisiknya dengan lirih.
Matanya terpaku pada foto di tangannya. Seorang pemuda manis tersenyum balik padanya. Senyumannya begitu manis dan menggemaskan, membuatnya nampak lugu tapi sekaligus menarik hati.
“Andi..” bisiknya lagi, jari telunjuknya yang kasar bergerak menuruni foto wajah pemuda yang dulu pernah menjadi kekasihnya.
Sejuta penyesalan takkan mampu membawa Andi kembali lagi. Semua telah terlambat. Air mata kembali berlinang saat pria tua itu menangis terisak-isak. Betapa dia merindukan saat-saat indah bersama Andi. Pria tua yang bernama Hadi itu kemudian menyeka air matanya sambil berusaha menenangkan dirinya. Namun, kesedihan itu sulit untuk dihapus. Mungkin selama sisa hidupnya, Hadi akan terus dibayangi rasa penyesalan dan kesedihan yang mendalam.
Artikel Terkait
Beberapa minggu yang lalu, Hadi menghadiri pemakaman mantan kekasihnya itu. Hidup Andi harus berakhir saat dia menghabisi dirinya dengan sebotol pil tidur. Dalam 44 tahun hidupnya, pria malang itu belum pernah menemukan kebahagian sejati dari cinta seorang pria. Sebagai seorang pria gay, Andi sungguh tidak beruntung sebab tidak ada seorang pria gay pun yang sudi menghabiskan hidupnya di sisi Andi. Mereka semua lebih memilih untuk hidup di balik topeng pria heteroseksual, termasuk Hadi. Lanjut baca!

No comments :
Post a Comment
Leave A Comment...